This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 15 Desember 2009

end of 2009

Finally, new year's comin'!!!! :)

Huahh beristirahat sejenak dari rutinitas setahun ini, tahun yang panjang, sekaligus tahun paling berkesan dalam hidup :) Thx God for everything, U gave me a perfect life, a perfect daughter, a perfect husband, a perfect job ( for this year, have no idea bout tomorrow,hehe) People may say that nobody's perfect, but i declare to myself that i have it, because without feeling a perfectness, we'll never say "thanks" to our Lord.
Welcome 2010, with new spirit, new passion, new expansion (maybe?), Merry X'mas and Happy New Year!

Selasa, 01 Desember 2009

Soulburger
























Soulburger, hmm... proses yang panjaang dan laaamaa sampai akhirnya dapat hasil akhir seperti ini, smoga cocok sama keinginan penulisnya:) waktu bikin bawaannya lapar terus, ngliatin gambar burger melulu berhari-hari, hehehe

Beberapa alternatif lain: (gak smua dipajang, kebanyakannn saking sering ditolak, hehe)

Sabtu, 24 Oktober 2009

Incest

IncestIncest by I. Wayan Artika
My rating: 3 of 5 stars

Mengapa bisa terjadi? Apa dan siapa penyebabnya? Siapa yang harus bertanggung jawab bila incest terjadi? Siapa orang tuanya?

Novel karya I Wayan Artika, yang menceritakan bagaimana adat istiadat dan kebudayaan memiliki kekuatan yang sangat berpengaruh di Tanah Dewata, Bali.

Cerita terjadi di sebuah desa yang bernama Jelungkap. Sepasang suami-istri sedang berbahagia. Nama Sang Suami adalah Nyoman Sika dan istrinya, Ketut Artini. Mereka berbahagia karena dikaruniai sepasang bayi kembar yang manis. Namun Nyoman Sika tidak lama tersenyum, karena hal itu adalah aib bagi desanya, Jelungkap. Orang-orang Desa Jelungkap berbisik dan menyampaikan dan sekaligus menyimpan kabar buruk itu. Mengapa? Bayi kembar itu adalah bayi kembar berlainan jenis kelamin dan jika (pada zaman dahuku, hingga akhir kekuasaan raja-raja di Bali) kelahiran ini terjadi di kalangan masyarakat kebanyakan maka hal itu adalah aib desa. Keluarga bersangkutan menerima sanksi adat seperti upacara penyucian, pembuangan, dan pemisahan si kembar dari pasangannya (Hlm 47).

Read more....

Minggu, 27 September 2009

East Wind West Wind

East Wind West Wind (Angin Timur Angin Barat)East Wind West Wind by Pearl S. Buck
My rating: 4 of 5 stars

Softcover, 240 pages
Published February 2009 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1930)
ISBN 9789792243383


Inilah novel pertama yang dibuat oleh Pearl S. Buck ketika ia berumur duapuluhtahun. Bercerita tentang seorang wanita Cina yang bernama Kwei-Lan. Kweilan menceritakan kisah hidupnya kepada seseorang yang disebut dalam buku ini "saudari." Tidak diketahui siapa nama saudarinya itu sesungguhnya, namun dapat diduga bahwa saudari yang dimaksud adalah seseorang yang juga tinggal di Cina.

Kwei-Lan hidup dalam adat istiadat Cina Kuno. Ibunya mengajarinya bagaimana nantinya harus melayani suami dan mertua, termasuk juga menyuruh Kwei-Lan untuk mengikat kakinya dengan kain supaya kakinya menjadi mungil, karena menurut kebudayaan Cina kaki yang mungil adalah kaki yang indah.

Ia dinikahkan dengan seorang putra bangsawan. Seorang dokter lulusan barat. Ia sama sekali belum pernah mengenal siapa suaminya. Tahu-tahu, ketika ia dipertemukan dengan calon suaminya, ia bersedia dan ia tahu bahwa ia harus berbakti dengan suami yang sudah dijodohkan oleh orangtuanya itu.

Read more....

Jumat, 25 September 2009

Weedflower

WeedflowerWeedflower by Cynthia Kadohata
My rating: 3 of 5 stars

272 pages
Published 2008 by Gramedia (first published 2006)
ISBN13: 9789792240887


Bagaimana rasanya kesepian? bagaimana rasanya bosan? bagaimana rasanya meninggalkan kamp? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Sumiko dan ia sendiri yang menjawabnya.

Novel ini bercerita tentang kehidupan keluarga Jepang-Amerika pada masa perang dunia ke-2. Sumiko, seorang gadis berumur dua belas tahun tinggal bersama Pamannya yang bernama Hatsumi, Bibinya (namanya tidak disebutkan dalam novel), Kakeknya, Masanori Matsuda yang dipanggil Jichan, dua sepupunya yaitu Ichiro dan Bull, dan adiknya, Takao yang dipanggil Tak-Tak.kakeknya Matsuda, adiknya Takao, yg dipanggil Tak-Tak. Mereka tinggal di suatu perkebunan di California.

Sumiko dan Tak-Tak yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan mobil ketika Sumiko dan adiknya masih kecil. Sumiko tidak sempat mengenal orangtuanya, ia hanya melihat gambarnya lewat foto dan dari penuturan kakeknya. Setelah kejadian kecelakaan itu, ia dan adiknya kemudian diasuh oleh Paman dan bibinya. Ichiro dan Bull berjarak enam tahun dan sembilan tahun dari Sumiko, kedua sepupunya inilah yang menghibur Sumiko.

Sumiko diberi tanggugjawab untuk memetik dan memotong bunga di kebun bunga millk pamannya. keahliannya memotong bunga membuat sumiko bangga pada dirinya sendiri. Pamannya pun menghadiahkan sebuah pisau pemotong bunga yang berukir nama Sumiko di atasnya. Sumiko biasanya bertugas memetik bunga sebelum pergi sekolah, setelah itu bunga yang dikumpulkan akan dibawa oleh sepupunya untuk dijual.

Saat itu di Amerika sudah ada ketidaksukaan dari warga amerika asli terhadap penduduk Jepang. Hal itu dikarenakan Jepang adalah sekutu Jerman dan Italia yang menjadi musuh Amerika di Perang Dunia II. Sumiko merasa tertolak ketika ia menghadiri pesta ulangtahun temannya, Marsha Melrose. Saat itu tanggal 6 Desember 1941. Ternyata kehadirannya tidak disukai. Padahal ia sudah menyiapkan gaunnya yang paling bagus dan ia sudah meminta pada pamannya untuk membeli hadiah buat temannya. Ia merasa terhina dan marah, dan ia pulang. Inilah kesepian yang ia rasakan

1.seakan-akan semua orang mentapmu.
2.seakan-akan tak seorangpun melihat kepadamu.
3.seakan-akan kau tak peduli pada apa pun.
4.seakan-akan kau nyaris hendak menangis. (hal 48)

7 Desember 1941, peristiwa pemboman Pearl Harbour oleh tentara Jepang. beberapa orang jepang (orang Amerika menyebutnya Japs) yang diketahui sebagai pemimpin kelompok ditangkap. Diantaranya adalah Paman dan Kakek Sumiko. Mereka berdua dibawa ke suatu tempat oleh haji (istilah jepang bagi orang yang berkulit putih) ke suatu tempat. Keadaan pascapenyerangan itu membuat hidup mereka tidak nyaman. Beredar kabar bahwa para petugas akan merazia benda-benda yang berbau jepang. Karena itu, seluruh orang Jepang di lingkungan mereka membakar apa-apa saja milik mereka yang berbau Jepang. buku bacaan, lukisan, surat-surat dan sebagainya dibakar oleh mereka.

Pengumuman dari pemerintah menyerukan supaya orang-orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Warga Jepang di komunitas nelayan misalnya, diberitahu bahwa mereka harus meninggalkan wilayah mereka dalam waktu 48 jam dan hanya boleh membawa harta benda yang bisa dibawa. Banyak orang berbondng-bondong ke wilayah itu dan memborong semua perabotan yang indah dengan harga yang murah. Sama juga di rumah Sumiko. Selendang sutra yang tadinya akan ia berikan sebagai hadiah ulangtahun kepada Melrose, ia jual hanya satu dolar (Pamannya membeli 4 dolar).

Akhirnya tibalah juga bagi mereka meninggalkan rumah selamanya. Bersama dengan warga jepang yang lain, mereka dikumpulkan di gelanggang. Mereka dikirim ke kamp-kamp. Sumiko dan keluarganya ditempatkan di kamp di Poston, di tepi Sungai Colorado. Sumiko akhirnya bersahabat dengan teman-teman baru disana. Ada Mrs. Ono, ada Mr.Moto, ada Sachi. Yang terutama ia bertemu dengan Frank, seorang pemuda Indian. Ternyata kamp tempat ia tinggal adalah pusat konservasi bagi suku Indian. Mereka sering bertemu di kebun. Sumiko membawa es batu pada Frank, sembari mereka bercakap-cakap.

Suatu kali Frank meminta pada Sumiko supaya dipertemukan dengan sepupunya, Bull. Frank ingin memperkenalkan kakaknya, Joseph pada Bull karena Joseph ingin belajar membuat irigasi. Joseph mendaftar menjadi tentara Amerika dan segera ditugaskan. ia berharap kalau keluar dari dinas kemiliteran, ia akan bertani, untuk itu ia belajar pada Bull, karena orang Indian itu melihat irigasi yang dibuat oleh penduduk kamp itu sangat bagus.

Berita mengejutkan tiba. Ichiro dan Bull juga mendaftar menjad tentara, kedua sepupunya juga akan meninggalkan bibi dan sumiko dan tak-tak. Bibinya juga memutuskan untuk pergi keluar dari kamp. Akhirnya Sumiko pun meninggalkan kamp beserta seluruh sahabatnya, sementara sepupunya juga ikut berjuang bersama tentara Amerika lainnya.

Dari catatan penulis, diketahui bahwa Tim Kombat Resimen 442 yang terdiri atas warga amerika keturunan Jepang merupakan unit yang yang paling berjasa bagi Amerika. Mereka menjadi legenda karena keberanian mereka berperang. Para serdadau yang terluka bukannya beristirahat di rumah sakit, tetapi kabur dari sana untuk berperang. Selama perang dunia II ribuan orang Indian yang mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan perang.

Inilah karya dari novelis Cynthia Kadohata. Sebelum novel ini ia telah menulis novel 1) The Floating World, 1989 2) In the Heart of the Valley of Love, 1992 3) The Glass Mountains, 1995 4) Kira-Kira, 2004. Novel Weedflowers bercerita tentang kamp internir Poston dimana ayahnya dipenjarakan selama Perang Dunia II.

Selama Perang Dunia II (1943-1945) Presiden Amerika Franklin Delano Roosevelt (1882�1945) menandatangani signed Executive Order 9066 pada 19 February 1942. Isinya memerintahkan untuk merelokasi etnis tertentu atau kepercayaan tertentu ke suatu kamp, termasuk didalamnya etnis Jepang dan Indian. tujuannya untuk melidungi Amerika dari serangan teroris dan mata-mata musuh. Peratiran itu dipandang sebagai pelanggaran besar terhadap hak sipil dan masa yang suram dalam sejarah Amerika.

Menyusul perintah Presiden Roosevelt, keeturunan Jepang Amerika diarahkan untuk melapor ke stasiun kontrol untuk mendaftar. Dari sana mereka diminta untuk memindahkan seluruh keluarga mereka ke salah satu dari sepuluh interniran kamp yang terletak di California, Arizona, Wyoming, Colorado, Utah, dan Arkansas. Ayah Cynthia Kadohata diinternir di kamp Poston di Sungai Colorado Indian Reservation di Gurun Sonora . Karena mereka hanya boleh membawa apa yang bisa mereka bawa, sebagian besar orang Jepang Amerika harus menjual sebagian besar barang-barang mereka. Banyak orang mengambil keuntungan dari situasi dan membeli item, seperti mobil, pada harga yang sangat dibawah harga pasar. Harta benda mereka juga dicuri dan rumah mereka dirusak, yang akhirnya menghasilkan jutaan dolar kerugian harta.

Antara 1942 dan 1945, sekitar 120.000 orang, banyak di antaranya warga negara Amerika, atau Nisei, tinggal di kamp-kamp interniran, yang kadang-kadang disebut sebagai kamp-kamp konsentrasi. Semua tahanan diminta untuk menandatangani sumpah kesetiaan kepada Amerika Serikat meskipun mereka tidak dibebaskan setelah penandatanganan. Mayoritas langsung setuju untuk menandatangani karena mereka ingin menunjukkan kesetiaan mereka. Namun Beberapa menolak, dan sebagai hasilnya sekitar delapan ribu Jepang dideportasi, kembali ke negara mereka. Mereka yang tetap terus menunjukkan kesetiaan mereka ke Amerika dengan mengibarkan bendera Amerika dan menghormat bendera setiap pagi dan sore. Pada tahun 1943, sebagai upaya perang memuncak, pria Amerika Jepang bahkan direkrut menjadi US Army. Unit Jepang Amerika diciptakan, termasuk resimen 442 Combat Team, yang dianggap sebagai salah satu unit militer yang paling dihormati dalam sejarah AS.

Pada tahun 1988, Kongres AS menciptakan sebuah rancangan undang-undang yang secara resmi meminta maaf kepada seluruh Jepang interniran Amerika dan keluarga mereka. Setiap individu yang telah magang di salah satu dari sepuluh kamp ditawari satu kali kompensasi sebesar $ 20.000.

Novel ini dibuat dengan beberapa riset dan direviu oleh orang-orang akademisi. Hal itu dapat dilihat dari kata pengantar Cyntia. Tak pelak lagi, ini adalah novel yang mengingatkan pada kesalahan pemerintah Amerika pada keturunan Jepang-Amerika.

Novel ini agak membosankan karena kejadian yang amat kelam tersebut dipandang dari sudut pandang anak 12 tahun. Selain itu, banyak Jepang yang digunakan tidak dibuat glossary nya sehingga menyulitkan pembaca manakala ingin mengetahui artinya dengan segera.

Namun, novel ini membawa khasaanah wawasan kita kan suasana perang dunia II di kamp Amerika, dan bisa menyadari pentingnya menghargai dan mengakui keberadaan manusia sebagai sesama di muka bumi.

Minggu, 20 September 2009

Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer

Perawan Remaja Dalam Cengkeraman MiliterPerawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer by Pramoedya Ananta Toer

My rating: 2 of 5 stars


Softcover, 218 pages
Published 2001 by Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN 9799023483 (ISBN13: 9789799023483)


Ini buku sudah lama dibeli (2006), tapi dibacanya 2009. Buku yang merupakan reportase oleh Pram mengenai wanita yang dijadikan pemuas nafsu tentara Nippon. Penelusurannya hanya terbatas pada wilayah Pulau Buru, berhubung ia dan tahanan politik lainnya ditahan disini.

paruh pertama buku ini masih enak dibaca. Kita dapat membayangkan betapa liciknya penjajahan Jepang memperdaya wanita Indonesia. Dengan diiming-imingi akan disekolahkan ke Jepang, diberikan pekerjaan, wanita-wanita yang kebanyakan anak pegawai terpandang di suatu desa di Jawa, dibawa berlayar. Namun, bagaimana kelanjutannya, sampai sekarang Dai Nippon tidak pernah mau mengakuinya.

Penuturan sedih wanita-wanita jugun ianfu tersebut direkam dalam catatan Pram ini. Kebanyakan mereka malu untuk kembali ke kampung halaman dan memilih menjadi warga adat Pulau Buru,

Paruh kedua buku ini agak membosankan. Pembaca disulitkan dengan kalimat yang melompat-lompat antara pelaku dalam cerita. Cerita menjadi tidak mengasyikkan manakala laporan perjalanan mencari seorang wanita mantan jugun ianfu tersebut tidak diikuti dengan alur yang menarik.

Yang penting selesai dibaca aja deh...saya sendiri tidak tertarik membacanya lagi..:)

Sabtu, 19 September 2009

Rahasia Bulan: Kumpulan Cerita Pendek

Rahasia Bulan: Kumpulan Cerita PendekRahasia Bulan: Kumpulan Cerita Pendek by Is Mujiarso

Paperback, 228 pages
Published 2006 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9792217886 (ISBN13: 9789792217889)

My rating: 4 of 5 stars

Covernya unik didominasi warna merah dan hijau. Ada sebuah bangku yang menghadap danau dimana ada bulan dan bayangannya di danau itu. Antologi cerpen ini bertemakan gay, lesbi, biseksual, dan transgender. Buku ini terdiri dari 16 Cerpen dengan pengarang yang berbeda-beda. Diakui oleh editor buku ini, Is Mujiarso, bahwa awalnya sangat sulit menentukan kriteria cerpen ini masuk dalam tema yang sudah ditetapkan. Namun, berdasarkan pertimbangan profesional dan mengedepankan representasi positif dari kehadiran "kaum" di luar heteroseksual ini, maka ke 16 cerpen ini merupakan hasil seleksi the best-nya.

Beberapa cerpen yang cukup terkenal turut mengisi di sini. Antara lain adalah Clara Ng (Rahasia Bulan), Andrei Aksana (Menanti Pelangi), Linda Christanty (Mercusuar), Djenar Maesa Ayu (Lolongan di Balik Dinding), dan si Editor sendiri yang menulis Taman Trembesi.

Rahasia Bulan yang dipilih oleh Is Mujiarso sebagai judul antologi ini. Tidak dipungkiri lagi, Clara Ng memang banyak membuat cerita dan novel yang menceritakan 'kaum' ini. Salah satu contoh diantaranya adalah Novel Gerhana Kembar. Tema yang diangkat dalam cerita Rahasia Bulan dan Novel Gerhana Kembar mendekati mirip. walau tidak ada hubungannya dengan bulan, namun Clara Ng mengambil perumpamaan bulan sebagai penggambaran cinta yang sejati.

Aku adalah Bulan yang mencintai matahari. Bulan mencintai matahari karena ia membutuhkan cahaya terang. Tanpa cahaya, bulan tidak akan pernah bersinar. Matahari hangat dan menggairahkan. Tapi, bukankah sewajarnya bulan mencintai matahari? (hlm 29 dan 40).

Melihat antologi ini, kita serasa dibuat untuk 'menengok' lebih dalam apa yang ada di benak penulis ketika menyaksikan bahwa fenomena itu benar-benar ada dan bukanlah sesuatu yang jauh. Rintihan suara hari seorang waria yang ingin diakui, kerinduan sang wanita dengan kekasih hatinya, dan kesepian seorang anak manusia yang ingin mencintai dan dicintai. Tepatlah apa yang dimaksud oleh sang Editor, bahwa tujuan antologi ini adalah sebagai test case bagaimana penulis yang bukan homoseksual mengangkat tema ini dalam karya-karya mereka dan bagaimana pula penulis yang homoseksual, apa yang terungkap dari karya mereka.....


Kamis, 06 Agustus 2009

Jarak di Antara Kita

Jarak di Antara Kita (The Space Between Us)Jarak di Antara Kita by Thrity Umrigar Femmy Syahrani (Translator)

My rating: 4 of 5 stars

432 pages
Published 2007 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2005)
ISBN 9792233962 (ISBN13: 9789792233964)



Prasangka membuat hati menjadi buta. Seringkali orang kehilangan daya kritisnya ketika berprasangka, bahkan lebih kejamnya adalah tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar yang terlahir dari prasangka.

Maya, seorang gadis yatim piatu, mahasiswa jurusan Akuntasi sebuah Universitas di Bombay, harus mengalami aborsi. Ia tinggal dan dibesarkan oleh neneknya sepeninggal orangtuanya. Bhima, neneknya, bekerja sebagai pembantu di rumah orang keturunan Parsi di Bombay. Ia bekerja pada majikannya yang bernama Shera. Shera sangat mengasihi Bhima, seperti keluarganya sendiri, termasuk juga anaknya, Dinaz, sangat menyayangi Bhima. Dinaz menikah dengan Viraf, dan sewaktu Dinaz hamil, mereka pindah ke rumah Shera, berhubung Shera hanya sendiri setelah suaminya, Feroz meninggal. Bhima bertugas mencuci piring, menyiapkan makan pagi, makan siang, dan makan malam keluarga tersebut. Ia sangat mengagumi kerukunan keluarga Shera dan menantunya, ia membandingkan dengan kehidupan keluarganya saat itu.

Selain cucunya, Bhima tidak punya keluarga lagi. Suaminya, pergi meninggalkannya dengan membawa putranya, Amit. Sementara ia sendiri tinggal dengan putri tertuanya, Pooja yang adalah Ibu dari Maya. Pooja menikah dengan Raju, mereka pindah dari Bombay ke Delhi untuk bekerja dan Maya mereka titipkan di rumah neneknya. Siapa sangka, penyakit yang belum ada obatnya di dunia ini, AIDS menggerogoti tubuh kedua orangtua Maya ini, dan akhirnya mereka terbaring tempat pengabuan jenazah. Jadilah Bhima membesarkan cucunya dengan kasih sayang, segenap curahan kasihnya ditumpahkan pada cucunya ini. Selain ia, Shera juga memperhatikannya dengan membiayai Maya kuliah di jurusan akuntansi. Hingga sampai suatu hari, Bhima menemukan cucunya muntah-muntah dan mengatakan padanya bahwa ia ingin berhenti kuliah. Betapa marahnya Bhima ketika mengetahui hal ini. Kemarahan dan iba bercampuraduk menjadi satu ketika melihat cucu satu-satunya itu. Dengan pertimbangannya dan setelah ia menceritakan kejadian tersebut pada majikannya, iapun berkeputusan untuk membawa Maya ke dokter untuk diaborsi, dengan satu tujuan: menyelamatkan masa depan sang gadis.

Sebelumnya, Bhima memaksa Maya untuk memberi tahu siapa gerangan ayah sang bayi yang ada di kandungan Maya, karena ia merasa laki-laki itu harus bertanggungjawab atas kehdupan Maya. Ternyata Maya tidak terus terang dengan neneknya, dan pekerjaan aborsipun dilakukan.

Krisis cinta dan pengkhianatan. Sebenarnya itu yang dirasakan oleh Bhima dan Shera. Walau dengan kehidupan yang berbeda status sosial dan martabat, ternyata manusia tetap sama di hadapan manusia lainnya. Tetap butuh kasih sayang, butuh hangatnya belaian kasih, dan punya rasa sabar yang terbatas. Shera, sebelum menikah dengan dengan Feroz, adalah seorang wanita yang cerdas, cantik, dan gemilang dalam karirnya. Akhirnya harus meninggalkan karirnya karena menikah dengan Feroz. Namun sayang, kelakuan Feroz yang tidak diketahui ketika masih berpacaran, terlihat olehnya seperti macan yang mencabik-cabik kulitnya. Feroz sangat membela ibunya-mertua Shera-, sesuaidengan adat setempat,seorang wanita yang datang bulan, tidak boleh bersentuhan dengan orang lain. Hal itu yang menjadi titik awal 'permusuhan' Shera dengan ibu mertuanya. Ibu mertua Shera, Banu, tidak mengizinkan shera keluar dari kamar, menginjak lantai, bahkan sekedar lewat di depannyapun tidak boleh. Shera mengharapkan pembelaan dari Feroz, namun ternyata Feroz lebih memilih membela ibunya. Tidak hanya itu, Shera adalah korban KDRT dalam rumahnya, baik dari suaminya maupun dari ibu mertuanya. Dinaz-lah yang membuat ia bertahan.

Setali tiga uang, Bhima juga mengalaminya. Kemiskinan membuatnya harus tetap bekerja dan melupakan kesenangannya. Saat-saat dimana ia ditipu oleh akuntan perusahaan suaminya. Ketika suaminya, Ghopal dirawat di rumah sakit karena kecelakaan kerja. Akuntan dari kantor suaminya mendatanginya dan mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk menemui Bhima karena tindakakan medis yang harus diambil. Di tengah kekalutannya, ia membubuhkan cap jempol atas surat yang sama sekali tidak dimengertinya, yang ternyata adalah surat pernyataan bersedia keluar dari pekerjaan dan tidak dibayar pesangon sesuai ketentuan. Sejak saat itu, suaminya lari ke minuman keras, Ghopal sering memeras Bhima dengan meminta uang untuk membeli minuman keras. Hingga akhirnya sepucuk surat mengakhiri kebersamaan mereka dalam suasana keluarga yang utuh.

Penderitaan dan dan airmata senantiasa menemani kehidupan Shera dan Bhima, namun ketabahan dan kerja keras dan meyakini bahwa cinta akan membelai di akhir hidup mereka, membuat mereka terus bertahan. Suatu ketika Maya berterus terang, Apakah suatu kebenaran menjadi suatu kabar baik atau kabar buruk? biarlah kedewasaan dan hati nurani yang menilai.

Novel ini sangat bagus aliran ceritanya. Mbak Femmy sangat bagus dalam menerjemahkan novel ini, kata-katanya sangat indah dan membuat saya terpukau dengan jalinan kalimatnya. Selain itu, kita bisa mengetahui kebudayaan di India, terutama hidup di tengah keluarga orang berada maupun papa. Saya merasa semakin terupgrade wawasannya dengan membaca karya ini.

Lelaki Tua dan Laut

Lelaki Tua dan LautLelaki Tua dan Laut by Ernest Hemingway Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat (Translator)

My rating: 5 of 5 stars

Paperback, 145 pages
Published May 2009 by Serambi Ilmu Selesta (first published 1952)
ISBN13: 9789790241473


Saya tertarik dengan covernya buku ini. Kalau dilihat dari covernya, maka judulnya bukan lagi Lelaki tua dan Laut, tetapi Lelaki Tua dan Ikan. Wajah lelaki dalam cover itupun terlihat murung di atas perahunya sementara ia memegang ikan dan pancingnya. Namun, itulah 'tokoh-tokoh' yang berperan dalam novel Ernest Hemingway ini.

Mulanya, saya menyangka novel ini mirip dengan judul kumpulan cerita pendek Hudan Hidayat, Lelaki Ikan. Ternyata beda. Persamaannya, lelaki tersebut sama-sama memburu ikan.

Bersetting di Kuba, seorang nelayan lelaki tua bernama Santiago memulai hari perburuannya. Setelah Delapan puluh empat hari melaut, ia tidak memperoleh hasil. Sebelumnya, seorang anak laki-laki mengikutinya berlayar. Namun, setelah melihat Santiago pulang tidak membawa tangkapan, orangtua anak itupun melarang anaknya itu ikut kembali dalam berlayar bersama Santiago dengan dalih bahwa Santiago terkena sial atau dalam bahasa setempat, salao.

Perburuan dimulai. Santiago mulai menyebar kail dengan umpan sarden yang telah disiapkan oleh anak lelaki tadi. Suatu ketika, umpannya mengenai sasaran. Ia tidak bisa menduga jenis ikan yang tersangkut di kailnya. Namun ia menduga, ikan yang malang itu sangat besar. Berhari dan bermalam ia menunggu mangsanya itu. Kadangkala ia menarik tali kailnya, kadang ia mengulurnya. Ia benar-benar tidak mau kehilangan buruannya itu. Untuk menyambung hidupnya di perahu, Santiago memakan daging segar ikan yang sempat terjebak kailnya.

Ia tidak memedulikan lagi tubuhnya. Ia sampai melilitkan tali kailnya ke tubuhnya di waktu malam demi ia tidak mau terlena dan buruannya lepas. Hingga pada ssuatu siang, ikan tersebut muncul di permukaan, dan ia sangat terkejut, bahwa ikan yang ditunggunya adalah seekor ikan marlin biru yang panjangnya kurang lebih lima setengah meter.

description

Berbekal dengan seruit, akhirnya ia melumpuhkan ikan marlin tersebut, dengan menancapkan seruit tersebut di dada si ikan. Ikan tersebut diikat di perahunya, dan ia bersiap untuk kembali. Apakah perjuangan selesai? Belum. Ia harus berjuang membawa ikan tersebut ke darat. Berbagai tantangan kembali dihadapinya. akibat darah ikan marlin yang sudah menyebar di laut, ternyata mengundang ikan hiu dan memburu marlin tangkapan Santiago. Ikan Hiu tersebut bahkan mencabik daging ikan marlin yang sedang dibawanya, akibatnya ikan marlin tersebut tidak utuh lagi. Berbekal dengan peralatan yang seadanya, ia pun menghalau hiu dan bahkan membunuhnya. Dua ekor!

Ditengah perjuangannya selama perburuannya, ia berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Ia sangat kesepian, Disaat-saat kritis, ia teringat dengan anak muda lelaki yang biasanya menemani dan membantunya. Namun ia meyakinkan dirinya bahwa ia sanggup memberikan perlawanan pada rasa sakit di tubuhnya, dan rasa takut yang menerpanya. Akhirnya ia tiba kembali di desanya, ia sangat lelah. Ia tidur dan terbangun ketika anak lelaki itu menyiapkan sesuatu baginya seperti makanan dan pakaian bersih. orang-orang desa berkumpul melihat ke perahu Santiago, dan sangat terheran-heran akan hasil tangkapan yang belum pernah didapat oleh nelayan-nelayan desa itu sebelumnya. Dan lelaki tua itupun melanjutkan tidurnya....

Inilah novel peraih Pulitzer di Tahun 1953 dan hadiah nobel sastra pada Tahun 1954. Sebagai potret kehidupan nelayan di Kuba, Hemingway menulis dengan apik. Mengingat hubungan Kuba dan Amerika yang tidak harmonis, seharusnya kita agak geli dengan hobi Santiago yaitu penggemar baseball. Beberapa klub bisbol antara lain The Yankees dan The Indian Cleveland, ikut terekam dalam novel ini. Namun bila kita sadar bahwa olahraga itu bersifat universal, maka hal itu melewati batas hubungan politik antarnegara, termasuk Amerika-Kuba.

Kisah ini juga telah difilmkan, dan film ini juga meraih piala Oscar dengan kategori Animated Best Short Film pada Tahun 2000. Sebagai mahakarya sastra dan film, kisah fiksi ini menjadi produk terbaik abad ini.

Sabtu, 11 Juli 2009

Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir

Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan AkhirJerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir by Trias Kuncahyono

My rating: 3 of 5 stars

Softcover, 356 pages
Published 2008 by Penerbit Buku Kompas
ISBN13 9789797093617


Apa yang terbayangkan bila mendengar Yerusalem? Itu adalah sebuah kota nun jauh disana, yang sudah didengar ceritanya dari sejak anak-anak lewat kisah para nabi hingga sekarang ini menjadi pusat tujuan wisata ziarah dan sorotan internasional karena konflik terus menerus antarbangsa yang mengklaim bahwa Jerusalem adalah milik mereka.

Seperti buku-buku Trias lainnya, buku ini adalah buku catatan perjalanan jurnalistik yang dilakukannya di Yerusalem. Bedanya, kunjungannya ke Yerusalem adalah impian dari semasa kecil. Ketika masih kecil, Trias sering diceritakan tentang kisah nabi oleh ibunya. Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud dan banyak nabi lain. Setting cerita nabi itu yaitu antara lain Yerusalem, Yudea, Samaria, Mesir, Bethelehem, dan sebagainya. cerita dari ibu di masa kecil itu diperkuat dengan lukisan-lukisan dari sang ayah.Ayah Trias yang berprofesi sebagai seniman turut menyumbang di imajinasi Trias bagaimana dan seperti apa tempat-tempat itu. Selain itu ayah Trias juga sering membelikan buku yang menceritakan kisah nabi dalam gambar. Sungguh suatu paduan yang sangat klop. Ibu yang pintar bercerita, dan ayah yang pintar melukis dan suka membelikan komik/buku bergambar.

Perjalanan ke yerusalem tidaklah gampang. Ada puluhan prosedur yang harus dilewati sebelum mendapat izin berkunjung. Apa pekerjaan anda? Apakah anda punya kenalan disana? Sudah berapa lama koper ini di anda? Siapakah yang menyusun koper anda? Apakah anda wartawan? apakah isi laptop anda? kalau anda wartawan, tunjukkan satu tulisan anda pada saya! Inilah "sedikit" dari pertanyaan yang harus dijawab Trias di meja petugas imigrasi. Ternyata, akibat dari serangan-serangan militer dan bom bunuh diri yang terus menghangat di yerusalem, membuat prosedur pemeriksaan orang yang mau datang ke sana semakin diperketat.

Suci. karena itu adalah sifat Tuhan. Konflik. karena sifat manusia yang rakus, dan tamak, dan selalu ingin menguasai. Yerusalem yang unik, milik tiga agama samawi, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Kota yang penuh kenangan, dimana ketiga agama tersebut mengakui bahwa Abraham (ibrahim) adalah nabi mereka, dimana sangat teruji kesetiaannya ketika Tuhan memerintahkan ia untuk mengorbankan anaknya.

Namun, dimanakah letak konfliknya? Sejarah menuliskan bahwa dari sejak dulu kala, Yerusalem sudah sarat dengan perebutan kekuasaan. Dari sejak zaman raja Daud hingga sekarang ini. Karen Armstrong menulis,bahwa perang salib memberi andil yang tidak sedikit bagi konflik yang terjadi hingga saat ini. Pihak yang berseteru sekarang, Israel dan Palestina, terus berupaya mencapai kata sepakat, yang seolah-olah memang sepakat untuk tidak sepakat mengenai batas-batas wilayah yang menjadi kekuasaan dua negara tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan, hingga sampai menelan nyawa pemimpin dunia, namun tetap perdamaian di kota damai itu tidak kunjung tercipta. Ironis, Seharusnya kota suci itu milik bersama seluruh umat di seluruh dunia, sehingga gaung perdamaian selalu diperdengarkan.

Dalam buku ini, Trias menceritakan bagaimana detil-detil kota Yerusalem. Yerusalem yang terletak di atas Gunung wilayah Yudea, terbagi atas Yerusalem Utara dan Yerusalem Selatan. Yerusalem terdiri dari kota lama yaitu kota yang dibatasi oleh tembok. Tembok itu sendiri terdiri dari delapan pintu gerbang, tujuh diantaranya terbuka, namun satu pintu gerbang, yatu pintu gerbang Kerahiman yang masih terkunci. Dipercaya bahwa pintu gerbang itu dibuka oleh Mesias yang akan datang ke dunia untuk menghakimi dunia.

Mengapa dimiliki oleh agama Islam, karena adanya bangunan Dome of the Rock dan Masjid Al Aqsa (tempat Nabi Muhamad miraj dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa). Mengapa dimiliki oleh agama Kristen? karena adanya bangunan Gereja makam Kristus, yang dibangun oleh Raja Konstantinopel atas permintaan ibunya raja, Ratu Helena. Mengapa dimiliki agama Yahudi (Yudaisme) karena ada Bait Allah atau Kenisah.

Sayangnya, buku ini sangat minim dengan gambar-gambar, akhirnya pembaca harus berimajinasi sendiri lagi. Selain itu, sangat sedikit sumber-sumber yang menceritakan tentang bagaimana Yerusalem dipandang dari sudut pengadilan akhir (seperti judul buku ini). walaupun begitu, semoga tidak mengurangi gairah kita untuk menghentikan membaca buku ini sampai selesai, dan berharap kita bisa suatu saat kesana.

jkt120709

Jumat, 10 Juli 2009

30 Menit Photoshop



i've enjoyed my time when i was making this book:)

This is a common topics, that reason make it difficult to build some "photoshop sense" because lots of books over there have a good design on its cover. i've tried to make these 3 designs, number 2 had been chosen. i like number 3 also, because of its bright color.

well... what d u think? (anyway the strawberry on this cover makes me hungry)

New Clothes

Cihuii! Ganti baju ah blognya!

http://www.emocutez.com

No,this template isn't my creation, thanks a lot to http://www.ipietoon.com , you should go there, very nice blog!

selamat berjalan-jalan di tampilan yang baru ini:)

Kamis, 11 Juni 2009

Dan Damai Di Bumi!

Dan Damai Di Bumi!Dan Damai Di Bumi! by Karl May Hendarto Setiadi (Translator)

My rating: 4 of 5 stars

592 pages
Published 2002 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 1958)
ISBN 9799023807



Dan Damai di Bumi.
Salah Kisah petualangan Karl May yang ditulis dalam bentuk Novel. Perjalanannya mulai dari Cairo, Ceylon (Sri Lanka), Penang, Atjeh, dan Tiongkok terangkum dalam novel ini. Bersama dengan pelayannya Sayyid Omar, ia menghadapi banyak peristiwa yang sangat mengejutkannya sebagai seorang manusia, penulis, dan sebagai petualang dunia. Perjalanannya ke Timur seperti layaknya perjalanan ziarah menyusuri awalnya peradaban manusia di dunia. Penulisan novel ini lebih tepatnya adalah perjalanan batin bukan perjalanan seperti "Jejak Petualang."

Menyingkirkan persepsi apalagi merubahnya, adalah pekerjaan yang sangat sulit. Apalagi selubung persepsi telah begitu lama menutupi seseorang. Jadi harap maklum, persepsi akan begitu membutakan seseorang dan boleh jadi membuat seseorang tidak dapat berpikiran jernih. Hal itu juga yang menghinggapi Karl May. Pada novel-novelnya yang lain, ia menggambarkan perjalanannya dengan begitu detil dengan topografinya. Namun, lewat novel ini ia tidak mementingkan hal itu. Pemicu utamanya adalah ketika perjalanannya ke Timur pada 1899-1900 yang hingga sampai ke Sumatra, ia menemukan kenyataan yang berbeda dengan khayalannya selama ini.

Dalam novel ini, ia disapa dengan Charley oleh seorang Gubernur Inggris dan keponakannya, John Raffley. Ia juga dipanggil Sihdi oleh pelayannya, Sayyid Omar, yang dibawanya dari Kairo.

Suatu kebetulan yang dianggap sebagai hal yang wajar dalam misteri kehidupan. Pertemuannya dengan misionaris Amerika, Waller dan putrinya Mary, menjadi rangkaian kisah yang menegangkan. Sang misionaris rupa-rupanya terjerumus dalam suatu problem yang sangat pelik. Sang misionaris melakukan tindakan yang hampir merenggut nyawanya. Di Mesir, ia hampir dijatuhi hukuman mati, namun akhirnya berhasil diselamatkan berkat kerjasama Karl May dan pelayannya, Sayyid Omar. Perjalanan selanjutnya adalah ke Srilanka dan ke Penang. Sebelumnya, pertemuannya dengan Ayah-Anak, Fu dan Tsi, menjadi modal besar untuk melakukan pekerjaan besar. Tak disangka, akhirnya ia harus "berurusan" lagi dengan sang misionaris ini, ketika ia bertemu dengan putri misionaris di sebuah bank di Penang. Mary sedang berusaha mengambil uang tebusan sebab ayahnya, Waller sedang ditawan oleh suku Melayu di pedalaman Aceh. Beruntungnya saat itu ia sedang bersama dengan Gubernur Inggris dan keponakannya, John Raffley. Berkat pengaruh Sang Gubernur, Mary memeroleh uang tebusan itu dan segera berangkat menuju Aceh. John Raffley menawarkan bantuan dengan kapalnya untuk berangkat ke Ulele, pelabuhan Aceh.

Kapal yang mereka tumpangi adalah kapal yang sangat bagus dan modern. kapal itu diberi nama "Yin." Nama itu ternyata adalah nama istri John Raffley, seorang wanita dari Tiongkok yang menuntut ilmunya di Eropa di bidang arsitektur. Dalam rombongan tersebut, ikut pula Tsi, seorang dokter muda lulusan Eropa, ia dan Ayahnya, Fu sempat bertemu dengan Karl May ketika di Kairo. Tsi dan ayahnya juga mengenal sang misionaris dan putrinya, ia sangat terbeban untuk ikut ambil bagian dalam pembebasan Sang Misionaris ke Sumatera.

Sang Gubernur adalah sosok orang Eropa pada umumnya, dalam benaknya ia menganggap bahwa orang Timur itu adalah orang bodoh dan sepatutnya tunduk pada ras kulit putih. Baginya, kepercayaan orang Timur adalah kekafiran. Satu-satunya yang benar di dunia ini adalah kristen. Namun, perkenalannya dengan Sayyid Omar, Tsi, dan pemuka suku Melayu di Aceh membuatnya berubah. Ia melihat bahwa yang dalam dunia ini ada suatu hal yang mempersatukan umat manusia. Kasih, cinta, dan perdamaian. Itulah agama universal. Itulah yang dilihatnya dalam diri Sayyid Omar, Tsi, dan pemuka suku Melayu. Sungguh, baru kali itu ia bertemu dengan sesuatu hal diluar dirinya yang membuatnya mengubah pandangannya akan dunia secara total.

Pembebasan Sang Misionaris ternyata tidak sampai harus menebusnya dengan sejumlah uang yang dibawa dari Penang. Namun pembebasan yang sesungguhnya adalah pembebasan akan "sesuatu" dalam diri Misionaris itu. Sepulang dari Aceh, mereka melanjutkan perjalanan ke Tiongkok sembari menyembuhkan penyakit si Misionaris. Penyakit disentrinya berangsur sembuh berkat pengetahuan kedokteran yang baik dari dokter Tsi. Namun yang paling utama adalah penyembuhan jiwa misionaris itu. Perilakunya tak ubah seperti orang tidak waras. Berbagai rupa "roh" merasuki jiwanya. Tsi yang juga penggemar ilmu psikologi menceritakan tentang legenda cina, bahwa ada baju selam yang digunakan penyelam agar bisa digunakan menyelam di laut. Baju selam itu punya masing-masing tugas khusus. Ada baju selam untuk mencari mutiara, ada baju selam buat mencari ikan, dan sebagainya. Penyelam akan menggunakan baju selam yang sudah ditentukan sebelumnya. Jika ia tidak berhasil menunaikan tugasnya dengan baju selam itu, maka ia harus menanggalkan baju selamnya, dan beralih ke baju selam lain sesuai dengan tugasnya. Kejadian yang menimpa misionaris, ibarat baju selamnya ditinggalkan sang penyelamnya. Selama ini misionaris berjuang untuk menyebarkan ajaran kristen, tapi bukan menyebarkan kasih. Pekerjaan misionarisnya adalah pembuktian untuk mempertaruhkan nama baik keluarga, bukan karena ingin menciptakan perdamaian. Ia menganggap semua orang Timur dengan segala kebudayaannya adalah suatu yang kafir dan najis. Namun ia sendiri tidak menyadari siapa yang sebenarnya tidak punya hati nurani.

Perjalanan ke Timur bukan saja berdampak pada Waller,namun pada sang Gubernur Inggris. Persepsinya tentang dunia timur yang kuno dan tidak bersahabat, menjadi luluh. Apalagi ketika mengetahui bahwa keponakannya John Raffley menikahi Yin. Ia sangat mengagumi spiritualitas orang Melayu dan Tiongkok, dimana sangat menghargai persahabatan dan perdamaian manusia, kerendahan hati, dan ketulusan sangat dijunjung tinggi.

Novel klasik karya pengarang yang dikagumi Hitler ini sangat baik dibaca. Didalamnya terdapat nilai-nilai spiritual yang membuat manusia seharusnya tidak menjadi "penguasa" sesamanya.Novel ini menjadi agak berat, karena pengetahuan saya yang terbatas mengenai konteks sosial budaya masyarakat Tiongkok dan Melayu. Syair-syair yang dibuat sangat indah, membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian. Namun mengapa syairnya tidak dapat membawa pesan perdamaian itu pada Adolf Hitler, yang notabene sama-sama orang Jerman?

Rabu, 10 Juni 2009

Diam Bukan Emas




Alternatif desain (yang tertunda,hehe)

Minggu, 24 Mei 2009

Tea For Two

Tea For TwoTea For Two by Clara Ng

Paperback, 312 pages
Published February 2009 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN 1097897922 (ISBN13: 9789792243321)

My rating: 2 of 5 stars

Tea for two adalah novel yang sebelumnya diterbitkan sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Saat saya membeli novel ini awal Maret 2009, cerita bersambungnya belum selesai diterbitkan di harian Kompas.

Tea for Two adalah sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Sassy, seorang wanita muda yang enerjik dan bersemangat di tengah hiruk pikuk gemerlapnya kota metropolitan Jakarta. Lewat perusahaannya yang bergerak dibidang event organizer "temu jodoh", ia menghidupi karyawannya dan bisa mengembangkan bisnisnya hingga ke wedding organizer dari klien-kliennya tersebut.

Read more....

Senin, 18 Mei 2009

Teologi Pembebasan: Sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya

Teologi Pembebasan: Sejarah, Metode, Praksis, dan IsinyaTeologi Pembebasan: Sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya by Francis Wahono Nitiprawiro

My rating: 2 of 5 stars

Softcover, 171 pages
Published 2000 by LKiS
ISBN 9798966856


Walau buku ini kecil, namun sangat butuh waktu untuk menyelesaikannya. Ada tiga macam pembebasan yang berkaitan satu sama lain (Hlm 12) yaitu:
1. Pembebasan dari belenggu penindasan ekonomi, dan politik, atau alienisasi kultural, atau kemiskinan dan ketidakadilan.
2. pembebasan dari kekerasan yang melembaga yang menghalangi terciptanya manusia baru dan digairahkannya solidaritas antarmanusia atau lingkaran setan kekerasan.
3. pembebasan dari dosa yang meungkinkan manusia masuk dalam persekutuan dengan Tuhan dan semua manusia.

Isu otonomi daerah dan ketidakpuasan akan pembagian keuangan pusat-daerah bukan sekedar kemerdekaan wilayah, namun pembebasan dari keserakahan dan kekerasan yang melembaga sebagai wajah jahat petualangan ekonomi dan politik nasional maupun globalisasi (Kata pengantar hal 7).

Pengalaman pembebasan dari dunia ketiga di Amerika Latin dan Asia, masih relevan hingga saat ini. Pengaruh globalisasi ternyata menyentuh sendi-sendi pemerataan kesejahteraan yaang diperjuangkan oleh pejuang pembebasan, dan hal itu masih relevan hingga sampai saat ini. Dunia ketiga tetap berjuang.

Sang Musafir

Sang MusafirSang Musafir by Mohamad Sobary

My rating: 4 of 5 stars

Paperback, 272 pages
Published 2007 by PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9792230912 (ISBN13: 9789792230918)


Hidup seperti sebuah perjalanan. Setiap manusia yang lahir di dunia ini, kita mengucapkan selamat bagi mereka. Dan bagi yang meninggal dunia, kita mengucapkan selamat jalan, sebab mereka sedang melanjutkan perjalanan kita, dan kita akan bertemu kelak di suatu perhentian.

Berapa lama kita telah berjalan? Apa saja yang kita lihat dan dapat selama dalam perjalanan? Adakah suka dan duka? Adakah membawa kearifan dan kebijaksanaan? Seorang musafir senantiasa percaya bahwa setiap rute perjalanan adalah proses pembelajaran, walau itu saja kadang tidaklah cukup.

Novel ini adalah tulisan Mochamad Sobary yang dikumpulkan sehingga kepingan tersebut menjadi suatu perjalanan. Masa kecil yang indah, mimpi untuk meraih cita-cita. Merantau ke kota meninggalkan kampung halaman tercinta; Memimpin suatu lembaga yang seperi gerobak kelebihan beban; dan proses pencarian Tuhan dalam segi-segi kehidupan.

melihat Pengalamannya memimpin lembaga kantor berita negeri ini menjadi gambaran bagi kita betapa sulitnya mengatur birokrasi. Ia mengalami dilema antara melakukan perubahan, menjadi agent of change, dengan karakter dan watak orang-orang lama di dalamnya. Seperti pejabat negara pada umumnya, ia kadang terlibat hal-hal yang tidak punya dampak langsung pada perbaikan organisasi, seperti menghadiri makan malam dengan orang-orang penting negeri ini, bertemu dengan Dubes dan sebagainya. Sementara itu, ia harus memikirkan mengenai keuangan lembaganya yang ia nilai tidak efisien.

Berbagai kepenatan dan kejenuhan dalam kesibukan, akhirnya ke rumah ia berpulang. Ia sangat menyukai berkumpul dengan keluarga. Ia sering meminta adik-adiknya untuk berkumpul di rumah dinasnya. Ia senang suasana kampung dibawa ke rumahnya, namun ia sendiri memilih menyendiri di kamar lain, mendengar dari kamar celotehan adik-adiknya dan saudara iparnya.

Novel ini sarat dengan spritualisme. Kelihatan sekali Sobary sangat dipengaruhi oleh ajaran guru agama dan meniru teladan orangtuanya, dan itu ia terapkan dalam menjalani hidupnya seperti musafir itu. Dan perjalanan masih berlanjut.......

Christ the Lord: Out of Egypt

Christ the Lord: Out of EgyptChrist the Lord: Out of Egypt by Anne Rice

My rating: 3 of 5 stars

Paperback, 392 pages
Published December 2006 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2005)


Judul Asli: Christ the Lord Out of Egypt: A Novel
Kristus Tuhan Meninggalkan Mesir
Pengarang: Anne Rice
Alih Bahasa: Esti Ayu Budihabsari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I: 2006
392 hlm; 20 cm

Bagaimana cara kita mengenal seseorang? Ada banyak cara. Hal yang paling umum dilakukan adalah dengan berkenalan langsung, bercakap-cakap dengannya, bertukar pikiran, ide, dan pengalaman, dan mungkin saja mengajaknya berjalan-jalan. Namun bagaimana mengenal tokoh yang sudah muncul ke dunia ini sebelum kita lahir? misalnya, bagaimana cara kita mengenal bapak pendiri bangsa ini? jawabnya tentu saja dengan membaca kisah hidupnya yang ditulisnya sendiri atau yang ditulis orang lain, atau dengan membaca buah-buah pikirannya dalam berbagai tulisan.

Menarik sekali membicarakan tokoh yang menjadi pusat utama novel ini. Yesus Kristus. kehidupannya yang cuma 33,5 tahun di dunia, menjadi buah pembicaraan orang dari masa ke masa. Tulisan-tulisan tentang perjalanan hidupnya dibuat oleh murid-muridNya dalam keempat Injil di Alkitab.

Anne Rice, seorang penulis Amerika terkenal, adalah seorang yang tumbuh di keluarga Katolik Ibrani-Amerika yang menghabiskan masa kecilnya di New Orleans. Anne Rice sendiri terlahir dengan nama Howard Allen O'Brien pada 4 October 1941. Nama Anne bermula ketika seorang nun (anggota dari komunitas wanita yang berjanji melayani Tuhan sepanjang hidupnya) menanyakan Anne, siapa namanya. ia menjawabnya, "Anne." Sejak itu, nama yang dikenakannya adalah Anne, bukan Howard Allen. Sedangkan Rice adalah nama suaminya, Stan Rice, yang tadinya seorang ateis namun karena cintanya pada Anne, ia meneguhkan kembali janji pernikahannya dalam agama Katolik.

Novel ini menceritakan perjalanan Yesus dan keluarganya keluar dari Tanah Mesir. Peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan Herodes pada masa kelahirannya, membuat orangtuanya-Maria dan Yusuf- bersama-sama saudara-saudara yang lain untuk mengungsi ke Mesir. Tujuh tahun di Mesir, mereka kembali pulang ke tanah leluhur. Keputusan kembali lagi ke Galilea karena pertimbangan bahwa Herodes sudah digantikan oleh anaknya, dan anaknya tidak "seganas" ayahnya.

Perjalanan pulang ke Yerusalem, bersamaan waktunya dengan perayaan Paskah. Mereka mengunjungi Bait Allah. Paskah pada saat itu adalah peringatan keluarnya Bangsa Israel dari Tanah Mesir. Setelah itu, Mereka mengunjungi Elisabet, sepupu Maria. Elisabet sudah sangat tua, dan ia menyerahakan anaknya, Yohanes bin Zakharia kepada kaum Ennese untuk belajar agama.

Perjalanan ke Bait Allah untuk pertama kali setelah keluar dari Aleksandria sangat tidak menyenangkan. Pada saat itu, tentara menyerbu kesana, puluhan orang mati, dan itu disaksikan oleh Yesus dan keluarganya. Untungnya, tidak ada yang mati dari antara mereka. Namun, ha itu membuat trauma yang mendalam dalam hati mereka.

Nazaret. Itulah kota yang dituju oleh mereka. Banyak bekas-bekas bangunan yang ditinggalkan oleh pemiliknya karena serangan dari tentara Romawi. Profesi Yusuf sebagai tukang kayu sangat strategis. Ia banyak menerima pesanan untuk membangun kembali rumah-rumah yang sudah rusak. Ia dibantu oleh saudara-saudara yang lain, Kleopas, Alfeus, Simon beserta anak-anak mereka yang juga adalah sepupu Yesus.

Banyak pertanyaan dalam hati Yesus kecil yang tidak terjawab, ketika ia menanyakannya, ia mendapat jawaban, bahwa ia akan menerima jawabannya jika nanti sudah dewasa. Satu-persatu pertanyaan dalam hatinya mulai terungkap.
Mengapa malaikat mendatangi Maria ibu Yesus,
Mengapa ia lahir di Bethlehem,
Mengapa Orang Majus tidak kembali lagi ke Herodes setelah pulang mengunjungi bayi Yesus,

Menulis novel dengan riset. Itulah yang dilakukan oleh Anne Rice. Buku yang berjudul Jesus of Nazareth, King of the Jews, mengawali mimpinya untuk menulis "biografi" Yesus dalam sebuah karya novel. Disamping itu, dengan pengumpulan bahan-bahan dan sumber-sumber lain ia belajar banyak hal dalam melakukan penyusunan novel itu.

Penggambaran suasana kota dan Bait Allah sangat jelas. Kelihatan sekali Anne menjiwai suasana masa itu. Anne sangat pintar menceritakan detil kondisi tempat dan suasana yang terjadi.

Novel yang menarik, namun menurut saya agak sulit menggambarkan hubungan tokoh-tokoh itu. Misalnya sepupu-sepupu Yesus, tidak diceritakan dengan jelas siapa ayah dan ibunya, kita harus siap dengan secarik kertas dan pulpen untuk menggambarnya bagan-nya, namun tidak mengurangi keasyikan untuk menyelesaikannya hingga halaman terakhir.

Rabu, 13 Mei 2009

Dimsum Terakhir

Dimsum TerakhirDimsum Terakhir by Clara Ng

My rating: 3 of 5 stars

Softcover, 361 pages
Published April 19th 2006 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2006)
ISBN 9792220690


Sebelumnya saya tidak tahu manakah yang disebut dimsum itu, sampai suatu saat saya pernah memakannya di sebuah rumah makan dan saya menyukainya. Sebuah iklan di Hotel Borobudur makan dimsum sepuasnya (all you can eat) sebesar 200ribuan, saya hanya membayangkan dimsum yang tadinya sebagai makanan khas imlek, menjadi makanan mewah di hotel adalah suatu keistimewaan atau kebanggaan bagi masyarakat Tionghoa.

Empat orang anak kembar. Empat model karakter. Tidak ada hubungan antara anak kembar dengan kesamaan fisik maupun cara pikir. Empat orang anak kembar itu adalah Siska, Indah, Rosi, dan Novera. Yang pertama kali keluar dari rahim Anas, ibunya adalah Siska, selanjutnya Indah, Rosi, dan Novera. Mereka besar di daerah Kota, dekat daerah Petak Sembilan. Mereka tumbuh dengan karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Siska dikenal cerdas, pekerja keras, suka ingin tahu. Indah, melankolis, yang sangat menguntungkannya menjadi penulis dan wartawan. Rosi, gadis tomboy namun memiliki kebun mawar di Puncak, Novera, paling lembut dari antara saudara-saudaranya, namun paling keras kepala.

Ibu mereka lebih dahulu meninggal. Ayahnya, Nung tinggal seorang diri. Keempat anaknya masing-masing punya kehidupan sendiri. Siska memiliki bisnis di Singapura. Indah berprofesi sebagai wartawan tinggal di Jakarta, namun tidak tinggal bersama ayahnya. Rosi, mengurus kebun mawarnya di Puncak, Novera, mengajar taman kanak-kanak di Yogyakarta.

Suatu hari, tetangga mereka membawa ayahnya, Nung, kerumah sakit. Dari sinilah cerita tentang reuni keeempat saudara kembar dimulai. Mereka bergantian merawat ayahnya di rumah. Konflik-konflik muncul. Terutama ayahnya berpesan, kalau ayahnya berkeinginan melihat mereka menikah sebelum meninggal. Masing-masing mereka memiliki problem pribadi yang sangat tidak sederhana. Demi sang ayah, Novera mengaku pada ayahnya bahwa ia akan menikah dengan calonnya. Padahal, ia sendiri masih ragu akan perasaannya itu, karena ia tidak merasa "lengkap" untuk menikah. Hal seperti itu juga terjadi pada saudara-saudaranya.

Kwjujuran, simpati, tanggung jawab, rela berkorban, adalah nilai-nilai dari novel ini. Clara Ng sangat cerdas memilih topik yang dikemukakan dalam penceritaan novel ini. Banyak hal yang selama ini mungkin tabu dalam masyarakt, namun CLara berhasil menempatkannya dengan apik dalam penokohan keempat saudara kembar ini.

Novel ini bagus dibaca. Teman saya bertanya, "Berat nggak novelnya?"
"Ya nggaklah, orang bisa cuma 3 ons" Jawab saya.
Novel ini jauh dari kesan berat, saya merasa banyak wawasan saya bertambah tentang keluarga Tionghoa. Namun yang menggelitik saya, apakah dalam persaudaraan kembar, akan ada suasana superior dimana kakak sulung (kembar) berhak mengatur adik-adiknya seperti saudara non kembar pada umumnya? Saya tidak tahu, karena saya tidak punya saudara kembar. :)

Minggu, 10 Mei 2009

Gereja-gereja Tua di Jakarta

Gereja-gereja Tua di JakartaGereja-gereja Tua di Jakarta by Adolf Heuken
My rating: 4 of 5 stars

Gereja-gereja Tua di Jakarta
Seri: Gedung-gedung ibadat yang tua di Jakarta
Yayasan Cipta Loka Caraka
2003
240 hlm


Orang yang tidak mengenal masa lalu, akan kehilangan masa depannya

inilah kalimat dalam pembuka buku ini. Adolf Heuken, seorang pastor berkebangsaan Jerman, sangat menyukai sejarah. Baginya, tempat dimana ia tinggal, ia harus mengetahui asal muasalnya. Sewaktu ia tinggal di Mangga Besar, ia bertanya pada orang di sekitarnya tentang latar belakang Mangga Besar. Ia tidak puas, karena jawabannya macam-macam dan bervariasi.

Akhirnya, ia melakukan riset sendiri. Mengumpulkan buku-buku dan artikel dan menelusuri kembali Jakarta, ia menulis buku tentang Jakarta tempo dulu. Akhirnya ia sendiri lebih terkenal sebagai seorang penulis dibandingkan sebagai seorang pastur.

Bersama Yayasan Cipta Loka Karya yang didirikannya, ia menulis serta menerbitkan buku buku antara lain Kamus Dwibahasa Indonesia-Jerman (ditulis bersama E.R.T. Sinaga; buku ini sangat populer dan bajakannya dapat dijumpai di mana-mana) dan kebalikannya, Deutsch-Indonesisch W�rterbuch, serta buku mengenai sejarah Jakarta: Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta. Selain itu ia juga membuat bibliografi mengenai sejarah Jakarta berjudul Sumber-sumber asli sejarah Jakarta. Ia juga menulis buku sejarah mengenai gereja dan masjid tua di Jakarta. Untuk kalangan internal katolik ia menulis pula Ensiklopedia Katolik dan Jungen f�r Christus: Ein Buben-Buch yang ditulisnya bersama Roman Bleistein.

Buku ini adalah buku pertama dari trilogi seri Gedung-gedung ibadat yang tua di Jakarta. Dalam buku ini, kita mengetahui mengapa ada Gereja Portugis di Batavia kala itu,padahal yang berkuasa adalah Belanda. Salah satu peninggalan gereja Portugis ada di Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Besar.

Dari bacaan ini kita juga diajak untuk menghargai bangunan-bangunan kuno di Jakarta, karena pemerintah sendiripun tidak memberi perhatian untuk itu. Dicetak di atas kertas lux, sehingga enak dibaca. pembaca juga diajak berimajinasi dengan melihat lukisan-lukisan kuno (sebagai pengganti foto) Batavia.

Pada penutup kata pengantarnya, Adolf Heuken mengatakan,
semoga sajian ini merangsang orang untuk menggiatkan penyelidikan sejarah. Siapa tahu, fakta baru mungkin ditemukan

Rabu, 06 Mei 2009

Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster's Daughter

Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster's DaughterYakuza Moon: Memoirs of a Gangster's Daughter by Shoko Tendo
My rating: 3 of 5 stars

Yakuza Moon
Oleh Shoko Tendo
Penerbit: Gagas Media
cetakan Kedua 2008
245 hlm
ISBN 979-780-268-X
---------------------

Yakuza adalah suatu kelompok (preman) yang berkembang di Jepang pada kurun waktu....s.d..... Namun, hingga sekarang masih terdapat juga kelompok Yakuza yang hidup di Jepang. Berlatar tahun 1960 s.d. 1980-an, Shoko menceritakan suka dukanya sebagai seorang putri dari keluarga Yakuza dalam sebuah novel. Novel ini menjadi semacam autobiografi keluarga yakuza dari kemegahannya, jatuh, dan bangkit kembali.

Read more....

Kamis, 30 April 2009

Epigram

EpigramEpigram by Jamal
My rating: 2 of 5 stars

"Jamal Penulis yang berbahaya!"
~M. Fadjroel Rachman~

"Suatu Novel yang ambisius"
~Dr Mikhiro Moriyama. Professor of Indonesian Studies, Nanzan University, Nagoya~

Mahasiswa dan demonstrasi, sepertinya suatu keadaan yang otomatis. Kita tidak tahu apakah demonstrasi yang sering terjadi sekarang ini banyak diisi oleh mahasiswa-yang waras- tentunya.

Mengambil penokohan di dunia akademis, novel epigram menjadi lambang mahasiswa yang berjuang dengan jalur demonstrasi. Mereka sangat anti dengan kebijakan pemerintah yang hanya berpihak pada kelompok-kelompok tertentu. Bandung, adalah kota dimana Kristunov meniti studi di jurusan teknik geologi. Sekilas kita akan mengira Kristunov adalah nama Rusia. Pdahal nama itu berasal dari singkatan Krisis on Tuesday Seven November, peristiwa dimana ayahnya yang seorang militer berpangkat perwira menolak perintah atasannya, karena dinilai tidak sesuai dengan nurani ayahnya.

Seperti mahasiswa umumnya, komunitas adalah suatu hal yang wajar di dunia kampus. rasanya kehidupan kampus akan sangat membosankan jika tidak ada komunitas yang memberi warna di tengah kuliah profesor dan tugas-tugas. Big Camp, adalah nama komunitas Kris dan kawan-kawan. Bisa jadi itu adalah nama kos-kosan yang mereka beri gelar. Mungkin sama dengan Puri Lestari atau Pondok Karisma di Jurangmangu :). Tidak hanya sekedar tempat nongkrong, Big Camp menjadi tempat diskusi dan sarana untuk menghimpun kekuatan di kala mereka melakukan demo. Ada Nara, Alex, Adun, Bowie, Firman. Dua nama terakhir adalah teman mereka yang sangat tidak bisa ditebak perangainya jika berdemo, untuk itu Kris turun ke lapangan untuk mengantisipasi tindakan mereka ketika seorang Menteri berkunjung ke kampus mereka.

Naas, beberapa hari setelah demo atas kunjungan Menteri tersebut, Kris diculik oleh 4 orang yang berpakaian preman dan berambut cepak. Tiga minggu ia merasakan siksaan di penjara. Ia berharap ia dipenjara di penjara Sukamiskin, karena ia memang dari keluarga miskin. Untuk hidup saja susah, apalagi kuliah, mengapa ia harus merasakan peristiwa pahit itu?

Lewat bantuan teman-temannya, akhirnya Kris pergi ke Eropa. karena hubungan dekatnya dengan profesornya di kampusnya dulu, ia mendapat rekomendasi untuk mengambil kuliah master di bidang Geologi Eksplorasi di University di Bremen, Jerman. berkat kebaikan hati profesornya di Bremen, ia akhirnya mendapat pekerjaan di perusahaan minyak di Norwegia. Sebelumnya, ia melakukan perjalanan ke Spanyol, Madrid, dan Sevilla. Yah..ia menemukan cinta disana. Seperti seorang Spanish Lover, ia menemukan cinta dalam diri Maria, seorang gadis Spanyol, dan Sasti, mahasiswa jurusan seni rupa sekampusnya yang sedang mengikuti acara Expo di Sevilla.

Hidup adalah pilihan. Peristiwa masa lalu menyumbang kepahitan dan keindahan pada masa kini. Kris terombang ambing diantara dua pengalaman pahit sekaligus indah. Pahit, karena trauma disekap di penjara masih menyisakan ruang di pikiran bawah sadarnya. Indah, karena ia menemukan cinta dalam dua gadis yang berbeda.

Novel ini sangat lincah melompat-lompat dalam alur cerita. kadangkala Mang Jamal menceritakan Kris dengan sangat detil, namun tetap asyik diikuti. Bisa saya tebak, yang dimaksud UTT (kampus dimana tempat kuliah Kris di Bandung) adalah Institut Teknologi Bandung. Karena disitu ada jurusan Geologi dan Seni Rupa sekaligus, tidak ada kampus lain seperti itu di Bandung bukan?

dari Novel ini, sarat juga dengan beberapa pengetahuan yang tidak kalah penting. Saya sendiri setelah sekian lama tahu penamaan Sunda Besar adalah untuk Jawa, kalimantan, Sumatera, Sulawesi, sedangkan Sunda Kecil seperti untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tidak diketahui apakah Kris ini juga adalah penggambaran fiksi atas seorang tokoh nyata seperti Minke dalam Bumi Manusia..:)


Jumat, 24 April 2009

Bumi Manusia

Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1)Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer

My rating: 4 of 5 stars

Paperback, 535 pages
Published 2005 by Lentera Dipantara (first published 1975)
ISBN 9799731232 (ISBN13: 9789799731234)



Novel yang sangat luar biasa. Pram sangat menguasai konteks kehidupan kolonial pada masa itu. Membaca karya ini, imajinasi kita akan penjajahan kolonial menjadi semakin gemas. Kolonialisme tidak hanya pada sesuatu yang bersifat fisik (tubuh dan besi), tetapi juga hak kewaiban dan idealisme.

Minke, yang digambarkan sebagai seorang Jawa yang terpelajar, siswa HBS, tidak mampu membela haknya di depan pengadilan Belanda. Mertuanya, Nyai Ontosoroh adalah seorang yang berkepribadian kuat. Ia tidak mau terikat pada streotip orang-orang tentang ke-nyai-annya. Di tangannya, putrinya Annelies Mellema menjadi wanita pengusaha yang tangguh.

Buku ini sangat bagus dibaca. Satu-satunya karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam 30 bahasa di dunia.

View all my reviews

Selasa, 27 Januari 2009

Legal Officer


Yang ini buku bidang hukum.
Yang dipilih yang warna merah, emang kebanyakan buku hukum lay out covernya simple kyk gitu sih ya... finishingnya pake polygold di bagian tulisan aja, sisanya finishing biasa.
Kalo 2 alternatif di sebelah kanannya siy aku coba bikin variasi baru dari buku-buku hukum yang biasanya, jadi nuansanya agak "ngepop" dan sekilas kayak buku manual guide ataw annual report(tapi kayaknya hukum susah ya di ngepop'in, hahaha)

Buku APIQ

Kemaren jalan-jalan ke toko buku, ngga sengaja nemu ini :) eei ternyata coverku udah terbit... Isi bukunya menarik lho, tentang metode pembelajaran matematika, trus ada bonus kartunya juga... (walopun kayaknya aku musti baca ampe ngerti, hehe dah ketinggalan jaman kali, dulu blajar matematikanya masi jaman baheula siy...)
Yang kepilih cover yang atas warna merah. itu covernya dibuat depan blakang nyambung, jadi klo mo ngliat komplitnya musti dibuka lebar-lebar :p tapi klo lagi didisplay nggak terlalu kliatan deh nyambungnya, abis kliatan kan cuma cover depan aja, trus ketutup ama si bonus kartu pula, wekekeke....

tapi gapapa, so far seneng kemaren ngerjainnya, soalnya bisa pake warna yg warna warni bangettts... i'm bright color lovers!